Bagi orang Indonesia, mengunjungi Museum Madame Tussaud Hong Kong, salah satu alasannya adalah melihat patung lilin Presiden Jokowi. Pertama kali patung lilin Jokowi dibuat menggunakan kemeja putih-putih, dan beberapa waktu kemudian diganti menggunakan kemeja batik.

Di museum ini juga terdapat patung lilin tokoh Indonesia lainnya yaitu Presiden Soekarno. Patung lilin mereka berdekatan dengan patung lilin sejumlah tokoh politik negara lain.

Museum Madame Tussauds selalu menarik perhatian pengunjung terutama di musim liburan. Karena itu, antrean menuju museum ini selalu panjang. Ada beberapa alternatif akses menuju Madame Tussauds, salah satu yang paling menarik tentu saja menggunakan peak tream. Sebuah tream atau kereta yang akan membawa kita mendaki perbukitan hingga sampai ke Museum Madame Tussauds.

Untuk menghindari antrean panjang, kami memutuskan untuk membeli tiket secara online. Hingga kemudian kami memutuskan membeli tiket di Klook. Alasan kami membeli tiket Peak Tram melalui Klook karena adanya fasilitas fasttrack. Dengan fasilitas ini kami tentu akan menghemat waktu dan tenaga, terlebih karena bersama anak-anak.

Setelah melihat-lihat laman Klook, ternyata mereka menjual tiket Peak Tram yang dibundling dengan Museum Madame Tussauds dan juga Sky Terrace. Buat Anda yang belum tahu, Sky Terrace adalah puncak tertinggi The Peak yang akan memberikan kita pengalaman melihat Hong Kong dari ketinggian. Harga Tiket Peak Tram Combo terbaru dan berbagai tiket Peak Tram beserta bundling lainnya bisa dilihat di Klook.

Asyiknya, saat pesan tiket di Klook kita akan diminta untuk memasukkan jam kapan kami akan ke The Peak. Saat itu kami memilih jam 3 sore. E-Tiket yang kami beli, dikirimkan melalui email dan juga kami diberi tahu di mana kami akan bertemu dengan guide dari Klook. Perlu diingat, kita benar-benar akan berangkat sesuai dengan jam yang kita pilih.

Pengalaman di Lokasi

Saat hari H tiba, setelah makan siang di Kantin Islamic Centre Masjid Ammar, kami pun berangkat ke Stasiun MTR Central dan keluar melalui exit K. Tempat kami janjian dengan guide Klook adalah Prince’s Building. Bangunan ini sebenarnya adalah tempat perbelanjaan yang dilengkapi dengan taman. Kami janjian di taman tersebut. Asyiknya, kami sempat berfoto-foto dan istirahat di taman yang dilengkapi dengan air mancur ini.

Petugas dari Klook (membawa bendera oranye) mengajak kami berjalan ke The Peak dari titik kumpul di Exit K MTR Station Central

Setiap jam, guide Klook terlihat sibuk mengantar tamu-tamu mereka. Rupanya wisatawan yang membeli tiket di Klook jumlahnya cukup banyak.

Menjelang jam 3, kami pun mendatangi guide Klook yang dilengkapi dengan bendera berwarna orange dengan tulisan Klook. E-tiket kami pun di scan oleh guide Klook yang bertugas sembari memberi kami tiket fisik dan juga stiker yang ditempel di baju. Stiker ini sebagai tanda bahwa kami pengunjung dengan layanan fasttrack Peak Tram.

Setelah mendapat briefing sejenak. Dengan berjalan kaki, kami pun menuju lower terminus tempat terminal awal Peak Tram. Lama perjalanan kaki sekitar 5-7 menit dengan jalan yang agak menanjak. Ada beberapa orang petugas Klook yang cukup bisa berbahasa Indonesia walau terbatas. “Selamat Sore”, “Ayo Sini Kumpul,”  adalah beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang cukup baik diucapkan oleh petugas Klook.

Tiba di Lower Terminus, dan benar saja, antrian sudah sangat mengular. Asyiknya, karena kami menggunakan fasttrack, kami tidak perlu ikut antrian panjang itu. Hanya antri saat menunggu Peak Tram datang, praktis kami hanya menunggu kurang dari 5 menit. Lalu perjalanan Peak Tram pun dimulai.

Petugas Klook hanya menemani kami hingga Peak Tram tiba di The Peak. Setelah itu, kami pun masing-masing menuju tujuan masing-masing. Karena ada juga beberapa penumpang yang hanya membeli tiket fast track Peak Tram dan tiket lainnya beli sendiri.

Untuk pulangnya, karena tiket yang kami beli adalah roundtrip atau tiket Pergi – Pulang tentu kami masih menggunakan peak tram. Tetapi untuk tram pulang tidak lagi ada fasilitas fasttrack. Walaupun demikian, tiket pulang antriannya tidak terlalu panjang. 

Perlu diingat dan beberapa kali petugas mewanti-wanti agar tiket peak tream tidak hilang. Ini penting karena tiket yang kita gunakan naik, adalah tiket yang juga akan kita gunakan untuk kembali. Jadi pastikan untuk menyimpan tiket dengan baik.

Saat tiba di The Peak, jika tidak ada agenda berjalan-jalan di sekitar Hong Kong, sempatkan saja untuk membeli oleh-oleh.

Alasan Membeli Tiket Peak Tram di Klook

Membeli tiket Peak Tram memang bisa dilakukan di counter tiket yang ada di lower terminus The Peak. Tetapi menurut saya tetap ada keuntungan membeli tiket di Klook secara online.

1. Menikmati layanan fasttrack 

Layanan fasttrack merupakan layanan khusus yang bisa kita dapatkan jika membeli di agen pelayanan resmi The Peak seperti Klook. Kita bisa menghemat waktu dan tenaga. Ini penting sekali terutama jika liburan bersama anak-anak

2. Tidak Perlu Antri di Loket

Daripada membeli tiket di loket yang ada di lower terminus, dengan membeli secara online kita tidak perlu lagi antri di loket. Menariknya, harga yang ditawarkan Klook sangat kompetitif. Bahkan beberapa tiket objek wista yang ada di Hong Kong bisa kita dapatkan dengan harga lebih murah.

3. Tersedia Guide ke The Peak

Bingung bagaimana cara ke The Peak? Dengan memesan melalui Klook, kita cukup keluar dari stasiun MTR yang ditentukan dan di sana petugas Klook sudah standby dan senang hati akan mengantarkan kita ke The Peak.

4. Petugas yang ramah

Pengalaman kami menggunakan Klook sebagai tempat pemesanan tiket ke The Peak, petugasnya sangat ramah bahkan menyapa kami dalam bahasa Indonesia.

5. Proses pemesanan yang mudah

Proses pemesanan secara online di Klook sangat mudah dan tidak tidak ribet.

Pemesanan tiket Klook bisa dilakukan melalui link berikut

Punya pengalaman wisata keluarga yang lebih seru? Jangan simpan sendiri kenanganmu.. bagikan ceritamu ke banyak pembaca Libooran.id. Hubungi redaksi Libooran di info@libooran.id